udara hangat naik perlahan dan menyelimuti tiap tubuh lalu-lalang di pusat kota; salah satu tubuh itu ialah diriku yang tengah jengah akan keadaan sekitar yang memakai topeng 'kemiskinan', 'kasihan' dan 'tak berdosa' demi mengais sesuap nasi yang bagiku haram mereka telan selama fisik mereka masih mampu berusaha tanpa dependen..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar